Pola Makan yang Benar Untuk Penderita Diabetes

Bagaimana menemukan pola makan yang tepat untuk penderita diabetes adalah pertanyaan yang diajukan oleh banyak orang yang menderita diabetes dan juga perlu menurunkan berat badan. Penderita diabetes harus terlebih dahulu menyadari bahwa pola makan terbaik adalah yang tidak mengandung makanan olahan, gula, tepung putih, kentang, daging, ikan, dan makanan tidak sehat lainnya. Makanan ini membuat kadar gula darah menjadi tidak stabil dan bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Daripada mengonsumsi makanan olahan, penderita diabetes sebaiknya memilih makanan yang kaya akan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat. Makanan ini akan memberikan energi yang cukup bagi tubuh untuk berfungsi dengan baik.

Dalam jumlah makanan yang tepat, Anda harus memastikan bahwa Anda memasukkan jumlah protein, karbohidrat, lemak, dan serat yang tepat. Karbohidrat harus dikonsumsi dalam jumlah kecil, karena terlalu banyak membuat Anda rentan terhadap obesitas. Protein terdapat pada daging, ikan, dan unggas. Lemak hadir dalam mentega, minyak, dan margarin; sedangkan serat terdapat pada sayuran seperti brokoli, kembang kol, bayam, wortel, dan lain-lain.

Ada dua jenis penderita diabetes: mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi dan mereka yang tidak. Bagi mereka yang memiliki kadar gula darah tinggi, pola makan harus rendah karbohidrat. Anda harus memasukkan banyak sayuran hijau, salad, kacang-kacangan, lentil, kacang polong, dan biji-bijian. Penderita diabetes juga harus membatasi jumlah makanan manis yang mereka makan. Mereka bisa makan makanan yang banyak mengandung lemak dan gula.

Dalam kasus mereka yang tidak menderita diabetes, pola makan harus didasarkan pada makanan yang memiliki indeks glikemik rendah. Ini berarti mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menaikkan kadar gula darah saat dimakan. Makanan yang memiliki indeks glikemik tinggi antara lain; pisang, apel, jeruk, wortel, persik, pir, dan buah-buahan lain dengan kulit. Mereka yang memiliki diabetes harus menghindari biji-bijian olahan, roti putih, dan gula olahan. Mereka dapat menambahkan karbohidrat sehat seperti roti gandum dan kacang-kacangan ke dalam makanan mereka seperti beras merah, dan gandum.

Pola makan yang efektif untuk diabetes adalah pola makan yang meminimalkan efek insulin pada tubuh. Bagi mereka yang memiliki diabetes, sangat penting untuk mengontrol kadar glukosa. Hal ini dilakukan dengan menjaga glukosa darah pada tingkat yang sehat. Jika meningkat, tingkat insulin cenderung meningkat menyebabkan komplikasi lebih lanjut pada penderita diabetes. Oleh karena itu, pola makan harus bersifat basa untuk meminimalkan efek insulin.

Apa itu pola makan diabetes? Mereka berbeda tergantung pada jenis diabetes. Mereka dengan Tipe I perlu mengurangi asupan produk susu dan meningkatkan konsumsi makanan dan sayuran kaya serat. Individu dengan Tipe II perlu meningkatkan asupan protein mereka. Di sisi lain, pola makan yang direkomendasikan untuk penderita diabetes adalah rendah lemak dan karbohidrat. Alasan untuk ini adalah bahwa pola makan ini bekerja untuk menjaga kadar gula darah pada tingkat yang sehat.

Bagi pasien yang menderita gagal ginjal dan hipertensi, penting untuk menjaga pola makan yang tepat bagi penderita diabetes. Ini karena mereka sudah memiliki risiko lebih tinggi terkena batu ginjal dan kesehatan ginjal yang buruk seiring bertambahnya usia. Misalnya, orang yang didiagnosis dengan diabetes tipe II perlu mengonsumsi lebih banyak suplemen antioksidan untuk menghindari perkembangan penyakit ginjal.

Beberapa orang percaya bahwa pola makan diabetes mirip dengan diet penurunan berat badan. Namun, ini tidak terjadi. Pola makan diabetes harus ditujukan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Sejauh menyangkut melewatkan makan, tidak dianjurkan bagi penderita diabetes karena mereka membutuhkan setidaknya enam kali makan kecil dalam sehari untuk mengkompensasi hilangnya asupan makanan. Cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan makan lebih sedikit tetapi sering pada waktu yang teratur dalam sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code