Artikel Pendidikan

Pengertian Seni Rupa Murni dan Seni Rupa Terapan Beserta Perbedaannya

Seni rupa merupakan salah satu bidang seni yang sangat luas cakupannya. Secara umum, seni rupa dibagi menjadi dua jenis, yaitu seni rupa murni dan seni rupa terapan. Meskipun sama-sama termasuk dalam seni rupa, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam berbagai hal.

Apa sih sebenarnya pengertian seni rupa murni dan seni rupa terapan itu? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian Seni Rupa Murni

Seni rupa murni adalah jenis seni rupa yang diciptakan dengan tujuan untuk mengekspresikan keindahan semata. Seni rupa murni lebih mengutamakan nilai estetika atau keindahan dibandingkan nilai fungsi atau kegunaan praktis.

Karya seni rupa murni biasanya tidak dibuat untuk dimanfaatkan secara fungsional. Sebaliknya, seni rupa murni lebih ditujukan untuk dinikmati keindahannya.

Beberapa contoh karya seni rupa murni antara lain:

  • Seni lukis

    Seni lukis adalah salah satu bentuk seni rupa murni yang paling populer. Melalui lukisan, pelukis bisa mengekspresikan ide, emosi, dan imajinasi ke dalam kanvas.

  • Seni patung

    Seni patung juga termasuk seni rupa murni. Patung dibuat dengan tujuan untuk menampilkan keindahan bentuk dan ekspresi. Material yang biasa digunakan untuk membuat patung antara lain tanah liat, kayu, batu, logam, dan resin.

  • Seni grafis

    Meskipun banyak digunakan dalam desain, seni grafis seperti ilustrasi dan komik bisa dikategorikan sebagai seni murni jika dibuat dengan tujuan seni semata.

  • Fotografi seni

    Foto seni adalah fotografi yang dibuat dengan tujuan memperlihatkan nilai estetika, bukan nilai dokumentasi atau jurnalistik.

Nah, itulah pengertian dan beberapa contoh seni rupa murni. Intinya, seni rupa murni lebih mengutamakan aspek estetika ketimbang fungsi praktis.

Pengertian Seni Rupa Terapan

Berbeda dengan seni rupa murni, seni rupa terapan lebih mengutamakan nilai fungsi atau kegunaan praktisnya. Meskipun tetap memperhatikan unsur keindahan, seni rupa terapan dibuat dengan tujuan fungsional.

Seni rupa terapan biasanya memiliki manfaat tertentu dalam kehidupan sehari-hari, seperti untuk alat rumah tangga, produk fashion, interior bangunan, dan lain sebagainya.

Beberapa contoh seni rupa terapan:

  • Arsitektur

    Bangunan dan struktur fisik lainnya dirancang tidak hanya untuk keindahan, tapi juga demi fungsi praktisnya. Namun, arsitektur tetap memperhatikan nilai estetika.

  • Desain produk

    Desain produk seperti furnitur, elektronik, dan fashion dibuat dengan mempertimbangkan ergonomi dan fungsi praktisnya. Tetap ada nilai artistik meski bukan yang utama.

  • Kriya

    Kriya seperti gerabah, ukiran kayu, dan anyaman memiliki fungsi praktis sebagai produk dekoratif atau peralatan rumah tangga meski tetap artistic.

  • Desain grafis

    Poster, iklan, majalah, dan media cetak lainnya didesain untuk tujuan komersil meskipun tetap artistik.

  • Fotografi komersial

    Foto produk, model, dan real estate lebih ke arah fungsional untuk memasarkan barang dan jasa.

Itulah pengertian dan contoh dari seni rupa terapan yang lebih mengutamakan fungsi praktisnya.

Perbedaan antara Seni Rupa Murni dan Terapan

Setelah memahami definisi dari keduanya, berikut beberapa perbedaan mendasar antara seni rupa murni dan seni rupa terapan:

  • Fungsi

    Perbedaan paling jelas terletak pada fungsinya. Seni murni berfungsi sebagai pengungkapan ekspresi artistik semata, sementara seni terapan memiliki fungsi praktis.

  • Nilai

    Seni murni mengedepankan nilai estetika dan kepuasan batin, sedangkan seni terapan lebih pada nilai fungsional.

  • Proses kreatif

    Seni murni umumnya memberi kebebasan penuh tanpa batasan. Seni terapan biasanya dibatasi client brief dan masalah teknis.

  • Material

    Bahan seni murni cenderung konvensional seperti cat dan tanah liat, sedangkan seni terapan bisa memanfaatkan material modern.

  • Komersialisasi

    Karya seni murni jarang dikomersilkan secara massal, berbeda dengan produk seni terapan.

  • Apresiasi

    Seni murni diapresiasi lewat pameran galeri seni, sedangkan seni terapan lewat penggunaannya.

Nah, itulah ulasan mengenai perbedaan utama antara seni rupa murni dan seni rupa terapan ditinjau dari berbagai aspek.

Contoh Perbedaan Seni Rupa Murni dan Terapan

Untuk memperjelas perbedaan keduanya, berikut beberapa contoh yang bisa membantu:

  • Lukisan (murni) vs Poster iklan (terapan)

    Lukisan dibuat untuk keindahan, poster untuk kepentingan komersil meski tetap artistic.

  • Patung (murni) vs Patung hias (terapan)

    Patung seni murni untuk ekspresi, patung hias untuk dekorasi interior.

  • Foto seni (murni) vs Foto fashion (terapan)

    Foto seni untuk estetika visual, foto fashion untuk komersial.

  • Instalasi seni (murni) vs Desain pameran (terapan)

    Instalasi seni tanpa fungsi praktis, desain pameran fungsional tapi tetap artistic.

Demikian contoh nyata perbedaan antara karya seni rupa murni dan seni rupa terapan. Meskipun sama-sama bernilai estetis, keduanya memiliki orientasi dan penerapan yang berbeda dalam praktiknya.

Kesimpulan

Itulah ulasan lengkap mengenai pengertian dan perbedaan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan. Secara singkat, seni murni mengutamakan nilai estetika, sedangkan seni terapan lebih ke nilai fungsi.

Meskipun berbeda dalam hal tujuan dan penerapannya, seni murni dan terapan sama-sama membutuhkan kreativitas dan sentuhan artistik. Keduanya saling melengkapi dalam memperkaya dunia seni rupa.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang ragam jenis seni rupa beserta perbedaannya. Terus mengasah pengetahuan dan apresiasi terhadap seni ya!

Comments