Artikel Pendidikan

Pengertian Al-Qur'an Menurut Para Ulama: Definisi dan Pandangan Ulama tentang Kitab Suci Umat Islam

Image description

Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kita wajib mempelajari dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Nah, meski begitu, sebenarnya apa sih definisi Al-Qur’an itu menurut para ulama? Apa aja pandangan mereka tentang kitab suci umat Islam ini?

Yuk, simak pembahasan lengkapnya di artikel ini!

Pengertian Al-Qur’an Menurut Para Ulama

Ulama memiliki beberapa pandangan dan definisi tentang Al-Qur’an. Berikut ini adalah pengertian Al-Qur’an menurut para ulama:

1. Kalamullah (Firman Allah)

Menurut para ulama, Al-Qur’an adalah Kalamullah, yang artinya firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.

Jadi Al-Qur’an bukanlah firman Nabi Muhammad atau karangan beliau, melainkan benar-benar wahyu Ilahi yang disampaikan Allah kepada umat manusia.

2. Mukjizat

Ulama juga sepakat bahwa Al-Qur’an memiliki mukjizat, yang artinya memiliki keistimewaan yang tidak ada bandingannya.

Hal ini terbukti dari susunan bahasa Al-Qur’an yang begitu indah dan puitis, juga kandungan isinya yang sangat sempurna dan mendalam.

3. Bacaan Mulia

Al-Qur’an juga disebut sebagai bacaan mulia. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah bagi umat Islam.

Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk rajin membaca dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

4. Bukan Karangan Nabi Muhammad

Meski diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, para ulama menegaskan bahwa Al-Qur’an bukanlah karangan beliau.

Al-Qur’an murni firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Nabi Muhammad hanya bertugas menyampaikannya kepada umat manusia.

5. Terpelihara dari Kesalahan dan Pemalsuan

Ulama juga sepakat bahwa Al-Qur’an senantiasa terpelihara dari kesalahan dan upaya pemalsuan.

Hal ini terbukti dari otentisitas dan keaslian Al-Qur’an yang terjaga hingga saat ini meski sudah berusia ratusan tahun.

6. Tidak Ada yang Mampu Menandingi

Satu pandangan ulama lainnya, tidak ada satu pun makhluk yang mampu menandingi Al-Qur’an, bahkan hanya 1 surah sekalipun.

Hal ini menunjukkan kesempurnaan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang diturunkan Allah SWT kepada umat manusia.

Nah, itu dia beberapa pandangan para ulama tentang pengertian Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Pada intinya, mereka sepakat Al-Qur’an adalah firman Allah yang sempurna dan terjaga keasliannya.

Proses Turunnya Al-Qur’an

Setelah mengetahui definisi Al-Qur’an menurut para ulama, selanjutnya mari kita bahas proses turunnya kitab suci umat Islam ini.

Para ulama sepakat Al-Qur’an diturunkan pada bulan Ramadhan tepatnya pada Malam Lailatul Qadar.

Adapun proses turunnya, menurut hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dalam 2 keadaan:

1. Dengan suara yang keras

Keadaan pertama, Nabi Muhammad mendengar wahyu seperti suara lonceng yang berbunyi sangat keras. Ini adalah cara turunnya wahyu yang paling berat dirasakan Rasulullah.

Hal ini sesuai firman Allah dalam Q.S Al-Muzammil [73:5]:

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.

2. Melalui mimpi

Cara kedua, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu melalui mimpi. Ini adalah cara yang lebih ringan bagi beliau.

Setelah Nabi menerima wahyu, beliau menyampaikannya kepada para sahabat untuk dituliskan di berbagai media, seperti pelepah kurma, tulang hewan, daun lontar, dan lain-lain.

Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, para sahabat sepakat untuk mengumpulkan seluruh wahyu yang diturunkan kepada Nabi ke dalam satu mushaf (kitab). Itulah asal mula terbentuknya Al-Qur’an.

Jadi bisa disimpulkan, proses pewahyuan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW berlangsung secara bertahap, baik melalui cara yang berat maupun ringan, kemudian dituliskan dan dikumpulkan menjadi satu kitab lengkap.

Nama-Nama Lain Al-Qur’an dan Artinya

Selain disebut Al-Qur’an, kitab suci umat Islam ini juga memiliki sejumlah nama lain yang masing-masing memiliki arti tersendiri.

Berikut ini daftar 20 nama lain Al-Qur’an beserta artinya:

  1. Al-Kitab, artinya: kitab
  2. Al-Furqan, artinya: pembeda antara yang hak dan yang batil
  3. Al-Huda, artinya: petunjuk
  4. Ar-Rahmah, artinya: rahmat
  5. Al-Mau’idzah, artinya: nasihat
  6. Asy-Syifa, artinya: obat/penawar
  7. Al-Hikmah, artinya: kebijaksanaan
  8. Al-Bayan, artinya: penjelasan
  9. An-Nur, artinya: cahaya
  10. Al-Haq, artinya: kebenaran
  11. Al-Burhan, artinya: bukti kebenaran
  12. Al-Muhaymin, artinya: yang menjaga kemurnian isi kandungannya
  13. Al-Mubin, artinya: yang jelas dan terang
  14. Adz-Dzikr, artinya: peringatan
  15. Al-Qur’an, artinya: bacaan yang sempurna
  16. Al-Kalam, artinya: firman Tuhan
  17. Ar-Ruh, artinya: ruh/jiwa
  18. Al-Qaul, artinya: firman yang sempurna
  19. Al-Habl, artinya: tali (agama)
  20. Az-Zikra, artinya: peringatan

Itu dia daftar 20 nama lain Al-Qur’an beserta maknanya. Semua nama tersebut menunjukkan kesempurnaan Al-Qur’an sebagai kitab suci yang diturunkan Allah SWT sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia.

Kesimpulan

Demikian pembahasan lengkap seputar pengertian Al-Qur’an menurut pandangan para ulama. Beberapa kesimpulan yang bisa diambil adalah:

  • Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

  • Para ulama sepakat Al-Qur’an diturunkan pada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat dan petunjuk bagi umat manusia.

  • Al-Qur’an memiliki banyak nama lain yang mencerminkan kesempurnaan dan kemukjizatannya.

  • Umat Islam wajib mempelajari dan mengamalkan ajaran yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Demikian artikel panjang seputar pengertian Al-Qur’an menurut pandangan para ulama. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kita tentang kitab suci agama Islam yang penuh mukjizat ini.

Comments