Minum Vitamin D Sebaiknya Kapan? Berapa Yang Dibutuhkan?

Berapa Banyak VITAMIN D Dalam Tubuh Yang Dibutuhkan? Jumlah vitamin D akan tergantung pada banyak faktor yang berbeda, termasuk ras individu, usia, garis lintang, matahari, pakaian, dan status kesehatan. Dalam hal kebutuhan tubuh akan vitamin D, artinya asupan vitamin D dapat memastikan tubuh kita tidak kekurangan vitamin D. Asupan vitamin D akan ditentukan melalui uji kandungan 25.(OH)D dalam darah.

Bertahun-tahun yang lalu, para ilmuwan berasumsi bahwa kebutuhan vitamin D orang dewasa dan anak-anak hanya 200-400 IU/hari (IU- International unit, 1 IU sesuai dengan 0,025).g vitamin D) dengan perkiraan bahwa vitamin D juga disintesis oleh tubuh dari kulit. Orang dewasa di atas usia 50 tahun membutuhkan lebih banyak vitamin D.

Namun, penelitian terbaru pada orang dewasa dan anak-anak menunjukkan bahwa kadar 25(OH)D dalam darah tidak dapat dipertahankan pada tingkat yang seimbang jika kebutuhan vitamin D hanya 400 IU/hari usia lanjut.

Beberapa ahli nutrisi telah menetapkan kebutuhan vitamin D harian yang sesuai untuk setiap populasi yang berbeda, yaitu:

  • Bayi baru lahir hingga usia 1 tahun: minimal 400 IU/hari. Namun, perlu dicatat bahwa tidak boleh melebihi 1.000 IU/hari untuk bayi hingga 6 bulan, dan 1.500 IU/hari untuk bayi 6 bulan hingga 1 tahun.
  • Dari usia 1-18 tahun: perlu 600-1.000 IU/hari, tidak melebihi 2.500 IU/hari untuk anak usia 1-3 tahun; 3.000 IU/hari untuk anak usia 4-8 tahun dan 4.000 IU/hari untuk anak di atas 8 tahun.
  • Dari 19-70 tahun: perlu 1.500-2.000 IU/hari, setidaknya 600 IU/hari, tidak melebihi 4.000 IU/hari)
  • Di atas 70 tahun: perlu 1.500-2.000 IU/hari, levelnya minimal 800 IU/hari, namun tidak boleh melebihi 4.000 IU/hari.

Bagi mereka yang termasuk anak-anak, orang dewasa yang mengalami obesitas, dan orang yang sedang mengonsumsi obat glukokortikoid, obat anti kejang, obat antijamur ketoconazole, atau obat untuk AIDS, diperlukan vitamin D dosis tinggi 2-3 kali lebih banyak dari biasanya.

SUPLEMEN VITAMIN D

Faktanya, tidak banyak makanan yang secara alami mengandung kadar vitamin D yang cukup. Namun, masih ada beberapa makanan yang bisa Anda gunakan setiap hari untuk menutupi kekurangan vitamin D dalam tubuh, seperti:

Lemak ikan: Ikan berlemak seperti makarel, tuna, salmon, ikan sidat sangat ideal untuk memberikan vitamin D bagi tubuh. Secara khusus, salmon tidak hanya kaya akan vitamin D, tetapi juga merupakan makanan yang sangat baik untuk sistem kardiovaskular.

Jamur: Setiap 1 cangkir jamur akan sesuai dengan 400 IU vitamin D. Namun, kebanyakan jamur hanya menghasilkan vitamin D2, sedangkan tubuh manusia memproduksi vitamin D3.

Telur: Satu telur mengandung hingga 40 IU vitamin D. Namun, tidak disarankan untuk makan terlalu banyak telur.
Susu dan produk susu: segelas susu dapat menyediakan sekitar 100 IU vitamin D, sekotak yogurt mengandung sekitar 80 IU vitamin D.

Salah satu cara yang sangat efektif untuk melengkapi vitamin D adalah berjemur. Karena sumber vitamin D terutama endogen, tubuh kita dapat mensintesis vitamin D di bawah pengaruh sinar ultraviolet di bawah sinar matahari. Oleh karena itu, di musim dingin, ketika sinar matahari kurang atau saat tubuh tidak berjemur, akan kekurangan vitamin D, sehingga menyebabkan risiko rakhitis pada anak-anak. Untuk memastikan tubuh tercukupi vitamin D, sebaiknya berjemur sekitar 20-30 menit setiap hari di pagi hari (sebelum jam 9 pagi).

Jika Anda tidak bisa berjemur secara teratur, Anda bisa mengonsumsi vitamin D sebagai gantinya. Suplemen vitamin D memiliki keuntungan luar biasa dalam menyediakan jumlah vitamin D yang diperlukan untuk tubuh tanpa harus langsung terkena sinar UV yang berbahaya bagi kulit. Selain itu, saat menggunakan obat juga membantu Anda dengan mudah mengontrol jumlah vitamin D yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk menyesuaikannya.

GUNAKAN VITAMIN D DENGAN CARA YANG BENAR

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak, yang berarti tidak larut dalam air dan paling baik diserap dalam aliran darah bila dikombinasikan dengan makanan tinggi lemak. Untuk alasan ini, Vitamin D dianjurkan untuk dikonsumsi dengan makanan untuk meningkatkan penyerapan.

Vitamin D dalam makanan membantu tubuh Anda menyerap lebih baik. Menurut sebuah penelitian pada 17 orang yang mengonsumsi vitamin D dengan makanan utama hari itu meningkatkan kadar vitamin D dalam darah sekitar 50% hanya dalam 2 bulan. Dalam penelitian lain pada 50 orang dewasa yang lebih tua, mengonsumsi vitamin D dengan makanan tinggi lemak meningkatkan kadar vitamin D dalam darah sebesar 32% 12 jam setelah makan bebas lemak. Alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu penuh lemak, dan telur adalah sumber lemak sehat yang baik yang membantu meningkatkan penyerapan vitamin D. Tambahkan suplemen vitamin D di pagi hari.

Banyak orang lebih suka mengonsumsi suplemen seperti vitamin D di pagi hari. Tidak hanya nyaman, tetapi juga lebih mudah diingat. Ini terutama benar jika Anda menggunakan banyak suplemen, karena mungkin sulit untuk mengonsumsi semua suplemen atau pil sepanjang hari.

Untuk itu, sebaiknya biasakan mengonsumsi suplemen vitamin D bersamaan dengan sarapan yang sehat. Menyiapkan kotak obat, menyetel pengingat pada ponsel, atau menyimpan suplemen di dekat meja makan adalah beberapa cara sederhana untuk mengingatkan diri Anda sendiri untuk mengonsumsi vitamin D.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code