Artikel Kesehatan

Mengenal Varises Pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala & Solusi

Halo, Para Calon Mama yang kece badai! Menjadi ibu merupakan pengalaman yang luar biasa dan penuh tantangan. Salah satunya adalah menghadapi berbagai perubahan pada tubuh, termasuk varises. Istilah 'varises' mungkin terdengar menyeramkan, tapi jangan khawatir!

Mari kita cermati bersama apa itu varises pada ibu hamil, penyebabnya, gejalanya dan tentunya, bagaimana cara mengatasinya.

Kenapa Varises Pada Ibu Hamil

Adakah di sini yang tengah 'menunggu giliran' dan mendapati kaki jadi membengkak atau ada semacam garis biru atau ungu di kaki? Yup, itu kemungkinan adalah varises. Varises pada ibu hamil adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena. Hal ini biasa terjadi di kaki atau tungkai.

Di Indonesia, varises cukup umum ditemui pada ibu hamil. Jadi, buat kamu yang baru pertama kali hamil, atau ibu muda yang baru tahu mengenai varises, tenang aja. You're not alone, girls!

Penyebab Varises Pada Ibu Hamil

Varises bisa terjadi karena aliran darah yang meningkat selama kehamilan dan adanya perubahan hormon yang melemahkan dinding pembuluh darah. Coba bayangkan ya, dalam tubuh kita ada semacam 'jalan tol' untuk darah, nah saat hamil, jumlah 'kendaraan' yang melintas jadi lebih banyak, jadilah 'macet' dan itulah yang menyebabkan varises.

Tapi, hormon dan aliran darah bukan satu-satunya penyebab varises lho! Ada faktor risiko lain seperti genetik (kalau Mama atau keluarga dekat kamu pernah mengalami varises, kemungkinan kamu juga akan mengalaminya), usia (varises lebih banyak ditemui pada usia 30 tahun ke atas), dan berat badan (overweight bisa memperburuk kondisi varises).

Gejala Varises Pada Ibu Hamil

Pada umumnya, varises yang terjadi pada ibu hamil bisa dikenali dari pembengkakan yang terlihat di permukaan kulit, biasanya di area kaki atau tungkai. Tapi, kaki membengkak bukan satu-satunya gejala varises lho. Ada juga rasa nyeri, gatal-gatal, kram, serta perubahan warna kulit di sekitar varises. So, jangan anggap sepele gejala-gejala seperti ini ya.

Cara Mengatasi Varises Pada Ibu Hamil

Nah, sekarang kita sampai pada bagian yang paling ditunggu-tunggu: solusi! Gimana sih cara mengatasi varises ini?

a. Stoking Kompresi

Pernah dengar stoking kompresi? It's not just a regular stoking, ladies. Stoking ini dirancang khusus untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.

b. Mengangkat Kaki

Nah, kalau ini sih pasti sudah pada tahu. Ibu hamil memang sering disarankan untuk mengangkat kaki saat istirahat. Caranya? Gampang aja, tinggalkan kaki di atas bantal atau di kursi sejajar dengan posisi jantung.

c. Olahraga Ringan

Walaupun hamil, bukan berarti olahraga jadi bisa diabaikan. Malah, olahraga bisa menjadi salah satu solusi varises. Tapi tentu saja, olahraga yang dimaksud di sini adalah olahraga ringan seperti jalan-jalan santai, berenang, atau bersepeda.

d. Hindari Berdiri atau Duduk Dalam Waktu Lama

Mungkin agak sulit, apalagi bagi kamu yang pekerjaannya mengharuskan duduk atau berdiri dalam waktu lama. Tapi, cobalah setidaknya untuk mengubah posisi secara teratur.

e. Pertahankan Berat Badan yang Sehat

Terakhir, dan ini penting banget, pertahankan berat badan yang sehat! Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui berapa berat badan yang ideal buat kamu selama hamil.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Meski varises umumnya tidak berbahaya, bukan berarti kamu bisa abaikan gejala yang meresahkan. Jika merasa nyeri, kulit jadi merah, atau warna kulit berubah di sekitar varises, jangan tunda untuk menghubungi dokter.

Mitos dan Fakta Seputar Varises Pada Ibu Hamil

Sekarang, yuk kita bahas tentang mitos dan fakta soal varises ya, ladies! Dengan begitu, kita bisa lebih memahami kondisi ini dan jangan sampai salah kaprah, okay?

a. Varises Cuma Bisa Terjadi di Kaki

Ini adalah mitos, girls! Kenyataannya, varises bisa terjadi di berbagai tempat di tubuh kita. Selain kaki, varises juga bisa muncul di vulva atau di bagian bawah perut.

b. Varises Cuma Gangguan Estetika

Mitos lagi! Walaupun varises membuat penampilan kita jadi 'kurang cantik', varises bukan hanya masalah estetika. Varises bisa menandakan adanya masalah aliran darah di tubuh kita, jadi jangan anggap sepele.

c. Varises Bisa Membahayakan Kehamilan

Ini adalah fakta dan mitos, girls. Varises tidak langsung mengancam kesehatan ibu hamil, tapi jika varises membesar dan menjadi komplikasi bertambah parah, ya tentu bisa jadi berbahaya. Maka dari itu penting banget untuk kita menghindari atau mengatasi varises sejak awal.

Varises Setelah Melahirkan: Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah melahirkan, apa varises akan menghilang? Bagaimana cara merawat varises setelah melahirkan? Hmm, banyak pertanyaan ya. Yuk, kita bahas bersama.

Pada umumnya, varises akan menyusut atau bahkan hilang beberapa bulan setelah melahirkan. Tapi, bukan berarti kamu bisa mengabaikan perawatannya lho! Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan:

a. Terus Pakai Stoking Kompresi

Stoking kompresi tidak hanya efektif selama hamil, tapi juga setelah melahirkan.

b. Olahraga Ringan

Aktivitas fisik sangat penting untuk memulihkan fungsi kaki setelah melahirkan. Cobalah mulai dengan olahraga ringan setelah konsultasi dan mendapat lampu hijau dari dokter.

c. Konsultasi ke Dokter

Ini adalah langkah terpenting. Setelah melahirkan, sisihkan waktu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai varises yang kamu alami. Dokter bisa memberikan solusi yang paling tepat menurut kondisi kamu.

Mengakhiri dengan Manis

Hmmm, cukup panjang ya perjalanannya. Tapi, semoga setelah berdiskusi bareng seputar varises ini, kamu jadi lebih paham dan tidak perlu takut lagi, ya. Apapun yang terjadi, remember, kamu amazing just the way you are. Stay healthy dan semoga selalu dalam lindungan-Nya, ya! Cheers.

Jangan lupa mengecek artikel-artikel kesehatan lainnya yang pastinya akan membantu kamu, para Mama muda, dalam menjalani petualangan indah yang disebut kehamilan ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Comments