Artikel Pendidikan

Mengungkap Alasan di Balik Serangan Jepang ke Pearl Harbor yang Memicu Perang Dunia 2

7 Desember 1941, pukul 07.55 pagi waktu Hawaii. Tanpa peringatan apapun, ratusan pesawat tempur dan pengebom Angkatan Laut Kekaisaran Jepang tiba-tiba menyerbu Pearl Harbor, markas Armada Pasifik Amerika Serikat. Serangan dadakan itu menewaskan 2.403 tentara Amerika dan merusak atau menenggelamkan 18 kapal perang dan 188 pesawat militer. Serangan Jepang ke Pearl Harbor inilah yang akhirnya mendorong Amerika Serikat untuk terlibat dalam Perang Dunia 2.

Lalu, apa sebenarnya alasan di balik serangan Jepang yang begitu mendadak dan mematikan ini? Mengapa mereka menyerang Pearl Harbor yang notabene merupakan basis militer Amerika Serikat? Yuk simak fakta-fakta menarik di balik tragedi bersejarah ini!

Latar Belakang Ketegangan AS dan Jepang pada 1930an

Sejak akhir dekade 1930an, hubungan Amerika Serikat dan Jepang sebenarnya sudah sangat tegang. Hal ini disebabkan perbedaan kepentingan kedua negara di kawasan Asia Pasifik.

Jepang membutuhkan akses ke berbagai sumber daya alam di Asia, terutama minyak bumi, untuk mendukung industri dan militer mereka yang sedang berkembang pesat. Sementara itu, AS justru berusaha mengekang ekspansi militer Jepang di Asia karena dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan kolonial negara-negara Eropa di kawasan tersebut.

Jepang Menjajah Manchuria dan Tiongkok, AS Beri Embargo Minyak

Ketegangan kian memuncak ketika Jepang menjajah Manchuria pada 1931 dan Tiongkok pada 1937. Amerika Serikat sangat menentang tindakan Jepang ini. Mereka kemudian memberlakukan embargo minyak terhadap Jepang.

Situasi makin memanas pada bulan Juli 1941, ketika Jepang menduduki Indocina yang saat itu dijajah Prancis. Sebagai responsnya, AS membeku semua aset Jepang di Amerika Serikat dan sepenuhnya menghentikan perdagangan dengan Jepang, termasuk ekspor minyak.

Jepang Ingin Lumpuhkan Armada Pasifik AS

Aksi AS ini sangat mengancam bagi Jepang. Pasokan minyak mereka terancam habis dalam waktu 2 tahun jika embargo berlanjut. Oleh karena itu, Jepang merasa perlu untuk melumpuhkan armada Pasifik Amerika Serikat agar tidak dapat menghalangi rencana ekspansi lebih lanjut di Asia Pasifik.

Jepang berharap dapat menghancurkan sebagian besar armada AS di Pearl Harbor, sehingga mereka tidak akan mampu berperang melawan ekspansi Jepang selama 6 bulan hingga 1 tahun ke depan.

Serangan Dirancang Agar AS Tak Bisa Deklarasi Perang

Selain itu, serangan ke Pearl Harbor ini juga dirancang untuk mencegah Amerika Serikat mendeklarasikan perang terhadap Jepang. Rencananya, AS baru akan diserang setelah Jepang berhasil menguasai wilayah-wilayah di Asia yang saat itu dijajah oleh Belanda, Inggris, dan Prancis.

Laksamana Isoroku Yamamoto-lah yang merencanakan dan memimpin serangan ke Pearl Harbor untuk mewujudkan tujuan-tujuan strategis tersebut. Serangan 7 Desember 1941 itu sendiri berhasil melumpuhkan sebagian besar armada AS di Pearl Harbor.

Jepang Berharap Dapat Ekspansi Lebih Lanjut di Asia Pasifik

Secara garis besar, ketegangan diplomatik dan embargo ekonomi oleh Amerika Serikat pada akhirnya mendorong Jepang untuk melumpuhkan kekuatan militer AS di Pasifik dengan menyerang Pearl Harbor.

Dengan menghancurkan armada AS, Jepang berharap dapat mengamankan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan ekspansi lebih lanjut di Asia Pasifik demi ambisi imperiumnya. Serangan ke Pearl Harbor memang sempat membuat AS lumpuh selama beberapa bulan.

Namun pada akhirnya balas dendam Amerika Serikat justru berujung pada kekalahan telak Jepang dan berakhirnya Perang Pasifik pada 1945. Itulah sekilas sejarah kelam di balik tragedi serangan Jepang di Pearl Harbor yang memicu perang antara dua negara adidaya ini.

Comments