Artikel Pendidikan

Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya: Panduan Lengkap

Halo semua, dalam artikel blog kali ini, kita akan membahas tentang pengertian majas beserta dengan jenis-jenis dan contohnya. Majas merupakan salah satu bentuk gaya bahasa yang sering digunakan dalam karya sastra maupun pidato. Namun, bagi sebagian orang, memahami dan mengenali jenis-jenis majas bisa menjadi hal yang sulit. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan panduan lengkap untuk memahami konsep majas dengan contoh-contoh yang mudah dipahami. Yuk, simak artikel ini sampai habis!

Pengertian Majas

Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa atau figurative language yang digunakan untuk memberikan efek estetika atau efek retorika dalam tulisan atau pidato. Dalam penggunaannya, majas menggunakan bahasa yang tidak bersifat literal atau tidak langsung mengungkapkan makna yang dimaksud, melainkan menggunakan perumpamaan, metafora, simile, ironi, hiperbola, atau personifikasi untuk memperkuat atau mempercantik makna yang ingin disampaikan.

Penggunaan majas seringkali dianggap mampu meningkatkan keindahan dan daya tarik tulisan atau pidato, sehingga dapat menarik perhatian pembaca atau pendengar dan memudahkan pemahaman terhadap pesan yang ingin disampaikan.

Majas juga dapat digunakan untuk memperlihatkan kecakapan pengarang atau pembicara dalam bermain dengan bahasa, serta memberikan pengalaman yang lebih dalam pada pembaca atau pendengar. Oleh karena itu, penggunaan majas menjadi sangat penting dalam dunia sastra, sastra lisan, maupun sastra tulis.

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Berikut adalah pengertian majas menurut beberapa ahli:

  1. Tarigan (1986) menyebutkan bahwa majas adalah permainan kata atau ungkapan yang mempunyai makna khusus dan bukan makna sebenarnya.
  2. Poerwadarminta (1983) mengatakan bahwa majas adalah gaya bahasa yang digunakan untuk menghiasi bahasa supaya menjadi indah dan memikat.
  3. Sudaryanto (1993) menjelaskan bahwa majas adalah penggunaan kata-kata atau kalimat dengan gaya bahasa tertentu yang diucapkan atau ditulis dengan tujuan untuk memperindah atau memperkuat makna.
  4. Chaer (2004) menyatakan bahwa majas adalah gaya bahasa yang memperlihatkan keindahan atau kecakapan pengarang dalam memainkan bahasa dengan tujuan untuk memberikan pengalaman yang lebih dalam pada pembaca atau pendengar.

Secara umum, majas dapat digunakan untuk memperkuat makna atau efek retorika dalam bahasa tulisan atau lisan.

Jenis-Jenis Majas

1. Simile (perbandingan):

Simile adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda dengan menggunakan kata "seperti" atau "bagai". Contohnya:

  • Wajahnya merah seperti tomat yang matang.
  • Matanya biru seperti langit di siang hari.

2. Metafora:

Metafora adalah majas yang membandingkan dua hal yang berbeda tanpa menggunakan kata "seperti" atau "bagai". Contohnya:

  • Hati saya adalah taman yang indah.
  • Dia adalah matahari yang bersinar terang.

3. Personifikasi:

Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat manusia pada benda mati atau hewan. Contohnya:

  • Angin malam itu berbisik di telingaku.
  • Bunga itu tersenyum pada pagi hari.

4. Hiperbola:

Hiperbola adalah majas yang memperbesar atau memperkecil suatu hal dengan cara yang tidak wajar. Contohnya:

  • Aku menunggu kamu selamanya.
  • Tas itu berat sekali, sepertinya beratnya setengah dunia.

5. Metonimia:

Metonimia adalah majas yang menggunakan kata lain untuk menyatakan sesuatu hal yang sebenarnya dimaksud. Contohnya:

  • Tolong siapkan piring untuk makan malam.
  • Dia membaca Shakespeare untuk menghilangkan kebosanan.

6. Sinestesia:

Sinestesia adalah majas yang menggabungkan dua indera atau lebih. Contohnya:

  • Warna hijau itu terasa dingin di mata saya.
  • Suaranya lembut seperti sentuhan sutra.

7. Ironi:

Ironi adalah majas yang menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya dimaksudkan. Contohnya:

  • Aku beruntung bisa sampai di sini dalam keadaan basah kuyup karena hujan.
  • Kamu benar-benar pintar, kamu hanya salah sepanjang waktu.

8. Litotes:

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara menyatakan negasi dari hal yang sebenarnya dimaksud. Contohnya:

  • Dia tidak buruk dalam bermain musik.
  • Kamu tidak bodoh, kamu cukup cerdas.

Contoh Lengkap Macam-Macam Majas

Contoh Majas Perbandingan

Berikut adalah beberapa contoh majas perbandingan (simile):

  1. Dia bersinar seperti bintang di malam hari. Artinya: Dia sangat mencolok dan menonjol, sama seperti bintang yang bersinar terang di malam hari.
  2. Suara ibunya lembut seperti sutera. Artinya: Suara ibunya sangat lembut, sama seperti permukaan sutera yang halus dan lembut.
  3. Wajahnya merah seperti tomat yang matang. Artinya: Wajahnya sangat merah, sama seperti warna tomat yang matang.
  4. Rambutnya hitam seperti malam yang kelam. Artinya: Rambutnya sangat hitam, sama seperti kegelapan malam yang kelam.
  5. Hatinya kosong seperti padang pasir. Artinya: Hatinya sangat kosong dan sepi, sama seperti padang pasir yang gersang dan sepi.

Cotoh Majas Sindiran

Berikut adalah beberapa contoh majas sindiran:

  1. "Dia pandai sekali dalam membuat alasan. Sepertinya dia lebih cocok menjadi seorang pengacara daripada seorang guru." (Majas ironi) Artinya: Orang yang dimaksud pandai sekali dalam membuat alasan palsu, sehingga tidak layak menjadi guru.
  2. "Sebagai seorang pemimpin, dia seperti singa yang berani dan gagah. Sayangnya, singa itu terlalu sibuk mencari mangsa dan melupakan kewajibannya yang sebenarnya." (Majas perbandingan) Artinya: Sebagai seorang pemimpin, orang yang dimaksud tampak kuat dan berani, tapi sebenarnya dia lebih tertarik untuk mengamankan kepentingan pribadinya daripada memenuhi tugasnya sebagai pemimpin yang sebenarnya.
  3. "Kamu pasti sangat bahagia hidup dalam dunia fantasi yang diciptakan oleh pikiranmu sendiri. Karena itu, kamu tidak perlu khawatir tentang masalah dunia nyata yang sebenarnya." (Majas sindiran) Artinya: Kamu sangat terlena dengan imajinasi dan pikiranmu sendiri sehingga tidak mampu memahami dan mengatasi masalah-masalah nyata di dunia yang sebenarnya.
  4. "Kamu berbicara seperti seorang pakar, tapi pada kenyataannya kamu tidak tahu apa-apa." (Majas ironi) Artinya: Orang yang dimaksud mengaku sebagai ahli atau pakar di suatu bidang, tetapi sebenarnya dia tidak memiliki pengetahuan yang cukup atau tidak kompeten dalam bidang tersebut.
  5. "Jangan khawatir, saya akan mengingatkan kamu tentang tenggat waktu yang telah lewat. Sayangnya, saya tidak bisa memberitahu kamu tentang semua hal penting yang telah kamu lewatkan selama ini." (Majas ironi) Artinya: Orang yang dimaksud tidak berfungsi dengan baik dalam memberikan pengingat atau pengawasan, sehingga banyak hal penting yang telah terlewat tanpa peringatan.

Contoh Majas Penegasan

Berikut adalah beberapa contoh majas penegasan:

  1. "Dia memang jago dalam memasak. Bahkan tanpa bahan-bahan yang spesial, dia bisa membuat makanan yang enak dan lezat." (Majas hipérbole) Artinya: Kemampuan memasak orang yang dimaksud sangat luar biasa sehingga bisa membuat makanan yang enak bahkan tanpa bahan-bahan yang spesial.
  2. "Pertandingan sepak bola itu begitu seru hingga stadion bergemuruh oleh sorak penonton." (Majas hipérbole) Artinya: Pertandingan sepak bola yang dimaksud sangat seru hingga membuat penonton begitu terhibur dan antusias sehingga stadion terdengar bergemuruh oleh sorak-sorai mereka.
  3. "Kamu akan menangis sungguh-sungguh jika kamu tahu betapa sulitnya hidup tanpa bantuan orang lain." (Majas ironi) Artinya: Orang yang dimaksud sebenarnya sangat tergantung pada bantuan orang lain, tetapi dia merasa bangga dan tidak ingin menunjukkan kelemahannya.
  4. "Dia memang terkenal sebagai penyanyi legendaris. Suaranya begitu merdu sehingga bisa menghipnotis para penonton." (Majas metafora) Artinya: Kemampuan bernyanyi orang yang dimaksud sangat luar biasa, suaranya sangat merdu dan memikat sehingga bisa membuat penonton terhipnotis oleh suaranya.
  5. "Ketika dia masuk ke ruangan, semua mata tertuju padanya. Dia memang punya karisma yang luar biasa." (Majas personifikasi) Artinya: Orang yang dimaksud memiliki daya tarik yang begitu besar sehingga semua orang tertarik dan memperhatikan kehadirannya.

Contoh Majas Pertentangan

Berikut adalah beberapa contoh majas pertentangan:

  1. "Dia sangat pintar dalam menyelesaikan soal matematika, tetapi dia sangat buruk dalam mengeja kata-kata." (Majas antitesis) Artinya: Kemampuan orang yang dimaksud sangat bagus dalam satu hal, tetapi buruk dalam hal yang lain.
  2. "Hidup itu singkat, tetapi kehidupan yang berarti membutuhkan waktu yang panjang." (Majas antitesis) Artinya: Hidup terasa singkat, tetapi membangun kehidupan yang berarti membutuhkan usaha yang lama dan terus-menerus.
  3. "Dia seorang pria yang baik hati, tetapi dia sangat keras kepala dalam mengambil keputusan." (Majas antitesis) Artinya: Sifat baik hati orang yang dimaksud bertentangan dengan sifat keras kepala dalam mengambil keputusan.
  4. "Dalam kelamnya malam, terdengar suara merdu dari burung malam." (Majas antitesis) Artinya: Suara merdu burung malam bertentangan dengan kegelapan dan kesunyian malam.
  5. "Dia begitu sibuk dengan tugas kantor hingga tidak punya waktu untuk keluarganya. Dia memang sukses dalam karir, tetapi kehilangan kebahagiaan keluarga." (Majas antitesis) Artinya: Kesibukan orang yang dimaksud dalam karirnya bertentangan dengan kepentingan dan kebahagiaan keluarganya.

Penutup

Dalam artikel ini, Anda telah mempelajari pengertian majas, jenis-jenis, dan contohnya dengan lengkap. Kini, Anda dapat menggunakan majas dalam karya tulis Anda untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan berkesan bagi pembaca.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan konteks penggunaan majas dan tidak menggunakan terlalu banyak majas dalam satu karya tulis. Sebagai penulis, Anda harus tetap menjaga kualitas dan keaslian karya Anda.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda, dan selamat mencoba menggunakan majas dalam karya tulis Anda!

Comments