Artikel Kesehatan

Kenapa Ulu Hati Sakit Terus Setelah Operasi Batu Empedu? Ini Penjelasannya

Batu empedu adalah kondisi di mana terbentuknya batu atau kristal pada kandung empedu. Batu empedu umumnya terbentuk dari kolesterol atau bilirubin yang mengeras. Gejala batu empedu antara lain nyeri ulu hati, mual, muntah, demam, dan nyeri bahu kanan. Jika gejala semakin parah, pengangkatan kandung empedu atau operasi batu empedu perlu dilakukan.

Operasi batu empedu bertujuan untuk mengangkat batu dan kandung empedu. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan laparoskopi atau bedah terbuka. Setelah operasi, sebagian besar pasien akan pulih dengan baik. Namun, beberapa orang masih mengeluhkan sakit ulu hati setelah operasi batu empedu.

Nah, kenapa sih ulu hati bisa sakit terus meski sudah dioperasi? Tulisan ini akan membahas berbagai kemungkinan penyebabnya dan cara mengatasinya. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

Penyebab Ulu Hati Sakit Setelah Operasi Batu Empedu

Beberapa kondisi berikut ini bisa jadi penyebab ulu hati sakit lagi setelah operasi batu empedu:

1. Post-cholecystectomy syndrome

Post-cholecystectomy syndrome adalah kondisi di mana pasien mengalami gejala yang sama atau bahkan lebih parah setelah operasi pengangkatan kandung empedu. Gejala-gejala tersebut antara lain nyeri ulu hati, mual, muntah, dan diare.

Kondisi ini bisa terjadi karena aliran empedu menjadi tidak lancar setelah kandung empedu diangkat. Selain itu, operasi juga bisa menyebabkan perubahan pada saluran pencernaan dan otot-otot sekitar kandung empedu.

Sekitar 10-15% pasien operasi batu empedu dilaporkan mengalami post-cholecystectomy syndrome. Gejala biasanya muncul dalam beberapa hari hingga bulan setelah operasi.

2. Malabsorpsi makanan

Fungsi kandung empedu adalah menyimpan dan memompa empedu ke usus halus untuk membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Tanpa kandung empedu, proses pencernaan lemak menjadi kurang optimal.

Akibatnya, beberapa pasien operasi batu empedu bisa mengalami malabsorpsi atau kesulitan menyerap nutrisi dari makanan, terutama lemak. Kondisi ini bisa memicu gejala seperti nyeri ulu hati, diare, dan kembung.

3. GERD (Gastroesophageal reflux disease)

GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) dan menyebabkan rasa terbakar di dada, mual, dan nyeri ulu hati. Operasi batu empedu diduga bisa memicu atau memperburuk gejala GERD pada sebagian orang.

Hal ini kemungkinan terjadi karena operasi menyebabkan gangguan pada katup yang berfungsi mencegah refluks asam lambung. Selain itu, operasi juga bisa mempengaruhi pengosongan lambung.

4. Cairan empedu yang encer

Normalnya, kandung empedu berfungsi mengentalan cairan empedu dengan menyerap kembali air dan elektrolit. Tanpa kandung empedu, cairan empedu menjadi lebih encer.

Empedu yang encer dapat merembes ke lambung dan usus halus dalam jumlah berlebihan. Kondisi ini dikenal sebagai bile gastritis atau gastritis empedu. Gejalanya antara lain nyeri ulu hati, mual, dan muntah.

5. Makanan yang tidak cocok

Beberapa makanan tertentu mungkin tidak cocok lagi bagi pencernaan setelah pengangkatan kandung empedu. Misalnya makanan berlemak, pedas, atau asam bisa memicu gejala seperti nyeri ulu hati dan diare.

Makanan yang mengandung kafein, alkohol, dan gula berlebih juga berpotensi memicu keluhan pada sebagian pasien. Oleh karena itu, pasca operasi batu empedu, sebaiknya perhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Cara Meredakan Nyeri Ulu Hati Setelah Operasi Batu Empedu

Jika Anda mengalami nyeri ulu hati setelah operasi batu empedu, berikut ini beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit:

1. Istirahat cukup

Istirahat yang cukup setelah operasi sangat penting untuk pemulihan. Usahakan untuk beristirahat dengan cukup dan hindari terlalu banyak aktivitas dulu. Dengan istirahat tubuh akan lebih cepat pulih.

2. Hindari makanan yang berpotensi memicu nyeri

Hindari dulu makanan berlemak, pedas, asam, atau kafein sampai kondisi membaik. Konsumsilah makanan yang lembut, seperti bubur, sup, dan jus buah. Secara bertahap, Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan biasa kembali sambil perhatikan reaksinya. Jika suatu makanan memicu nyeri ulu hati, sebaiknya hindari dulu makanan tersebut.

3. Konsumsi obat pereda nyeri

Obat seperti paracetamol atau ibuprofen bisa membantu meredakan nyeri ulu hati pasca operasi batu empedu. Namun, gunakan obat penghilang rasa sakit seperlunya saja. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai jenis dan dosis obat yang tepat.

4. Minum obat antasida

Obat antasida dapat mengurangi produksi asam lambung sehingga mengurangi nyeri ulu hati akibat refluks asam lambung atau GERD. Obat ini juga aman dikonsumsi untuk jangka pendek.

5. Atur pola makan

Makanlah dengan porsi kecil tapi sering, kurang lebih 6 kali sehari. Ini dapat membantu mengurangi beban pencernaan sekaligus mencegah nyeri ulu hati karena lambung kosong.

6. Hindari kebiasaan buruk

Hindari rokok, alkohol, dan kafein karena dapat memicu atau memperburuk nyeri ulu hati. Sebaiknya juga batasi konsumsi gula berlebih. Gantilah dengan minum air putih, susu rendah lemak, atau jus buah.

7. Kompres hangat

Kompres hangat di area ulu hati dapat membantu relaksasi otot dan meredakan nyeri. Gunakan air hangat dan handuk bersih untuk mengompres.

8. Pijat lembut

Pijatan lembut di area ulu hati dan punggung dapat meredakan ketegangan otot serta mengurangi nyeri. Lakukan gerakan memutar dengan tekanan ringan saja.

9. Olahraga ringan

Lakukan senam atau jalan kaki ringan secara teratur. Olahraga dapat meningkatkan produksi hormon endorfin yang membantu mengurangi nyeri. Namun, hindari olahraga berat yang dapat memberi tekanan pada area abdomen.

10. Terapi relaksasi

Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk mengurangi stres dan ketegangan otot. Kondisi rileks dapat membantu mengurangi nyeri ulu hati.

Kapan Perlu ke Dokter?

Meski telah mencoba berbagai cara di atas, jika nyeri ulu hati justru semakin parah atau disertai gejala lain seperti demam dan nyeri hebat, segera temui dokter.

Beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera antara lain:

  • Infeksi atau abses di area operasi
  • Batu empedu yang tertinggal
  • Pankreatitis
  • Komplikasi saluran empedu

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika nyeri tidak kunjung membaik atau justru bertambah parah. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya dan memberikan penanganan yang tepat.

Kesimpulan

Nyeri ulu hati setelah operasi batu empedu memang cukup umum terjadi. Beberapa penyebab yang mungkin antara lain post-cholecystectomy syndrome, masalah pencernaan makanan, GERD, hingga efek makanan tertentu.

Sebelum benar-benar pulih, ada baiknya menghindari faktor pemicu nyeri ulu hati pasca operasi seperti makanan berlemak dan istirahat cukup. Obat pereda nyeri juga bisa membantu sementara jika digunakan sesuai anjuran dokter.

Namun, jika nyeri ulu hati tidak kunjung membaik atau justru makin parah, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalahnya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat ya!

Comments