Artikel Bisnis dan Pekerjaan

Cara Menghitung Biaya Klaim Asuransi Mobil Lecet dengan Tepat

Hai teman-teman, kembali lagi di blog saya. Kali ini saya mau bahas tentang cara menghitung biaya klaim asuransi mobil lecet dengan tepat. Pasti banyak dari kalian yang bingung kan berapa sih sebenarnya biaya klaim asuransi mobil kalau mobil kita lecet atau baret? Apalagi kalo baretnya cuma sedikit, kadang mikir mendingan bayar sendiri aja daripada klaim asuransi yang ribet.

Nah makanya hari ini kita bahas seluk beluk biaya klaim asuransi mobil lecet ini supaya kalian paham, termasuk berapa sih biaya own risk yang harus kita bayar sendiri saat klaim asuransi mobil. Yuk simak artikel lengkapnya berikut ini!

Asuransi Mobil Itu Penting untuk Lindungi Aset Berharga Kita

Pertama-tama, kenapa sih kita perlu asuransikan mobil? Kan bisa hemat duit bulanan kalo nggak usah asuransi mobil. Iya sih bener, tapi ada baiknya lho kita asuransikan mobil kesayangan biar terlindungi dari resiko kerusakan.

Secara umum, manfaat asuransi mobil antara lain:

  • Ganti rugi jika mobil rusak parah akibat kecelakaan
  • Ganti rugi jika mobil hilang karena dicuri
  • Tanggungan biaya perbaikan jika mobil rusak ringan
  • Santunan kecelakaan pengemudi & penumpang
  • Biaya penggantian kaca depan jika pecah
  • dan lain-lain

Nah, salah satu manfaat penting dari asuransi mobil adalah ganti rugi atas kerusakan ringan seperti lecet, baret, atau penyok kecil. Meski cuma lecet atau baret sedikit, kita tetap bisa klaim asuransi kok.

Tapi, ada biaya-biaya tertentu yang harus kita keluarkan saat klaim asuransi mobil lecet. Makanya kita perlu paham cara menghitung biaya klaimnya dengan benar supaya nggak kaget dengan biaya yang harus dibayar.

Biaya Klaim Asuransi Mobil Lecet Minimal Rp 300 Ribu per Kejadian

Nah kalo mobil kita lecet atau baret, berapa sih biaya klaim asuransi mobilnya?

Menurut aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya klaim asuransi mobil lecet atau baret itu minimal Rp 300 ribu per kejadian. Jadi meski cuma goresan kecil, kita tetap harus bayar biaya klaim minimal sebesar itu ke asuransi.

Lantas kenapa sih ada biaya klaim yang harus kita bayar?

Sebenarnya biaya klaim asuransi mobil lecet ini diperuntukkan untuk menstabilkan harga premi asuransi yang kita bayar tiap bulannya. Jadi biaya klaim ini salah satu cara asuransi menjaga keseimbangan antara pendapatan dari premi dengan pengeluaran untuk klaim.

Selain itu, besarnya biaya klaim asuransi mobil lecet juga dipengaruhi oleh:

  • Besaran premi asuransi yang kita bayarkan tiap bulan
  • Nilai pertanggungan mobil yang diasuransikan

Makin mahal premi dan pertanggungan mobilnya, maka biaya klaimnya juga bisa lebih besar.

Own Risk, Biaya yang Harus Dibayar Pemilik Polis Asuransi

Nah selain biaya klaim ke asuransi, ada biaya lain yang harus kita bayar sendiri saat klaim asuransi mobil lecet, yaitu own risk atau biasa disebut risiko sendiri.

Apa sih own risk itu?

Singkatnya, own risk adalah biaya yang harus ditanggung pemilik polis asuransi (kita yang punya mobil) saat mengajukan klaim ke asuransi.

Besaran own risk ini sudah ditentukan oleh perusahaan asuransi sesuai dengan jenis polis yang kita pilih. Biasanya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per kejadian klaim.

Jadi misalnya mobil kita lecet dan mau klaim asuransi dengan own risk Rp 250 ribu, berarti kita harus bayar dulu Rp 250 ribu ke bengkel rekanan asuransi sebelum mobil kita diperbaiki. Sisanya baru ditanggung asuransi.

Tujuan dikenakannya own risk ini adalah untuk memberi efek jera ke pemilik mobil agar lebih berhati-hati saat berkendara. Selain itu, own risk juga bertujuan agar pemilik mobil tidak sembarangan klaim kerusakan kecil karena toh harus bayar juga minimal Rp 200-300 ribu.

Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Own Risk

Lantas, apa aja sih faktor yang mempengaruhi besarnya own risk yang harus kita bayar saat klaim asuransi mobil lecet?

Berikut beberapa faktornya:

  • Jenis polis asuransi mobil yang kita pilih. Biasanya own risk polis komprehensif lebih tinggi daripada polis TLO.

  • Besaran premi asuransi yang kita bayarkan tiap bulan. Semakin mahal premi, own risk-nya juga bisa lebih besar.

  • Nilai pertanggungan mobil yang diasuransikan. Mobil mahal cenderung own risk-nya juga lebih besar.

  • Kondisi fisik mobil saat pertama kali diasuransikan. Mobil baru own risk-nya lebih kecil daripada mobil bekas.

  • Jenis risiko yang ditanggung polis asuransi mobil. Semakin banyak risiko yang ditanggung, own risk juga semakin besar.

  • Ketentuan own risk dari masing-masing perusahaan asuransi. Tiap asuransi bisa saja menetapkan besaran own risk yang berbeda untuk produk yang sama.

Nah, dengan memahami faktor-faktor di atas, kita bisa mendapatkan gambaran own risk yang harus dibayar saat klaim asuransi mobil lecet. Pastikan untuk selalu teliti membaca polis asuransi ya teman-teman.

Kesimpulan Pentingnya Pahami Ketentuan Polis Asuransi

Itulah pembahasan lengkap soal cara menghitung biaya klaim asuransi mobil lecet dengan benar, termasuk biaya own risk yang harus kita tanggung sendiri.

Jadi kesimpulannya:

  • Ketahui baik-baik ketentuan polis asuransi mobil kita, terutama terkait biaya klaim dan own risk

  • Pahami berapa besaran own risk yang harus kita bayar saat klaim asuransi mobil lecet

  • Ikuti prosedur klaim asuransi mobil dengan benar agar prosesnya lancar

Demikian artikel kali ini teman-teman. Semoga bermanfaat ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Comments