Belajar Mengenal Ciri-ciri Planet

Ciri planet adalah struktur yang ditemukan di dalam tata surya kita yang memengaruhi cara ia berkembang dan bagaimana ia berevolusi. Ciri planet ini ditemukan melalui proses Astronomi dan telah dikatalogkan sebagai bulan, planet, asteroid, dan komet. Ciri planet ini telah menentukan jumlah bahan bakar internal yang tersedia bagi planet untuk menopang kehidupan dan jumlah energi yang dapat dihasilkan planet dari permukaannya.

Salah satu ciri yang paling umum dan mencolok adalah keberadaan Kawah di sebuah planet. Kawah umumnya memiliki komposisi es tetapi dapat sangat bervariasi dalam hal warna dan komposisi tergantung pada konstruksi orbit di sekitar benda langit. Umumnya, kawah memiliki lapisan luar berbatu tetapi dapat memiliki zona kaya belerang yang menciptakan apa yang disebut “badai hujan es”. Faktor utama dalam pembentukan kawah adalah adanya partikel debu berukuran mikron di bagian dalam kawah. Lontaran material dari kawah ke luar angkasa juga berkontribusi pada pembentukan kawah baru.

Kategori penting lainnya dari ciri planet adalah keberadaan Cincin Planet. Ciri planetoid alami ini tercipta karena pergerakan dan tabrakan komet dan puing-puing ruang angkasa lainnya di dalam sistem induk. Mirip dalam banyak hal dengan Medan Alam Bumi, cincin planet sangat bervariasi dalam hal komposisi, ukuran, dan proses pembentukannya. Selain itu, mereka bisa sangat reflektif dan dapat dipelajari dengan menggunakan berbagai teknologi. Cincin Planet yang paling dikenal adalah sabuk asteroid, yang sebagian besar terdiri dari sejumlah bongkahan batu-batu kecil berukuran puing-puing, tetapi dapat mencakup banyak komet dan bahkan gunung berapi es.

Banyak penelitian menyimpulkan bahwa beberapa planet terbentuk melalui proses yang disebut “terraformasi”. Ini melibatkan pemanasan bertahap batu oleh radiasi matahari dan kemudian mengeras menjadi awan batu dan gas. Perkembangan planet dapat dikaitkan dengan jumlah dan / atau jenis radiasi yang berbeda yang diterima oleh planet dari pendamping bintangnya. Misalnya, sebuah planet gas raksasa (Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto) yang menerima sejumlah besar radiasi dari bintangnya dapat menjadi sangat panas dan kemudian menguap menjadi awan hidrogen dan helium. Komposisi awan tersebut dapat memberikan petunjuk penting tentang komposisi dan pembentukan planet berbatu.

Salah satu teori yang paling banyak diterima tentang asal usul planet terestrial di tata surya kita adalah bahwa mereka terbentuk di daerah dengan kondisi permukaan ‘layak huni’ yang menguntungkan. Salah satu teori tersebut mendalilkan bahwa planet yang awalnya berbatu menjadi lembab (Neptunus) atau hangat (Venus) melalui konveksi laut. Proses ini berkontribusi pada perkembangan kehidupan (biogenesis). Jika skenario seperti itu benar, maka komposisi permukaan Mars diperkirakan akan sangat mirip dengan alam “kehidupan” yang kita kenal di Bumi. Keberadaan awan berbasis air di Mars, serta fakta bahwa planet merah memiliki atmosfer yang tebal (karena gravitasinya yang sangat rendah), mendukung teori Terraforming.

Studi tentang ciri planet telah memunculkan sejumlah teori yang mencoba menjelaskan asal usul planet terestrial di tata surya. Salah satu yang paling terkenal (tetapi juga sangat kontroversial) adalah teori panspermia, yang juga dikenal sebagai efek rumah kaca. Menurut pandangan ini, semua ciri planet di permukaan planet disebabkan oleh distribusi panas, baik melalui pemanasan pasang surut dan pendinginan radiasi. Dua teori bersaing mengenai perkembangan planet di tata surya disebut sebagai hipotesis Grand Canyon dan model zona layak huni. Berbagai meteorit (termasuk butiran debu chondritic Mars) mendukung model panspermia.

Kehadiran tanda air pada permukaan mineral, seperti inklusi (yaitu, butiran mineral yang mengandung sejumlah elemen berbeda yang tidak dapat ditemukan di bumi), menunjukkan adanya bahan pembawa air di bulan dan komet. Karena komet dan maria memiliki konsentrasi air yang sangat tinggi, keberadaan artefak ini juga menunjukkan keberadaan planet pembawa air di tata surya kita. Studi ciri planet lebih lanjut mengarah pada penemuan keberadaan asteroid besar yang dapat diklasifikasikan sebagai “kelas asteroid besar”. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa sabuk asteroid, yang terdiri dari banyak asteroid kecil dan besar, dihuni oleh puing-puing es yang tersisa dari kelahiran sebuah planet.

Studi tentang ciri planet telah mengungkapkan berbagai anomali, yang memberikan bukti kuat tentang keberadaan kerajaan umat manusia yang hilang yang disebut Kekaisaran Ancil. Meskipun sifat yang tepat dari kerajaan Ancil tidak diketahui, diyakini bahwa mereka adalah masyarakat pertanian yang sangat maju. Selain itu, banyak artefak mereka yang ditemukan dengan peralatan pertanian, menunjukkan bahwa mereka sangat bergantung pada pertanian sebagai sumber makanan dan produk material. Temuan-temuan ini merupakan tambahan dari banyak bukti mineralogi dan antropologis yang menunjukkan masyarakat agraris yang maju di Kerajaan Ancil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code