Artikel Bisnis dan Pekerjaan

Apakah PNS Bisa Resign? Ketahui Prosedur dan Aturan yang Berlaku untuk PNS yang Ingin Mengundurkan Diri

Hei Sobat sekalian, apa kabar nih? Semoga sehat dan selalu sejahtera, ya. Kali ini, kita bakal ngobrolin topik yang mungkin sering jadi tanya-tanya anak muda zaman now. Yap, kita akan membahas tentang apakah PNS (Pegawai Negeri Sipil) bisa resign dari posisinya dan gimana nih prosedurnya?

Sebagai langkah awal, kita bakal kupas tuntas nih tentang resign PNS, mulai dari prosedur yang berlaku, jenis resign, sampai faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan resign. So, langsung aja nih, cus simak lebih lanjut. Yuk!

Apakah PNS Bisa Resign?

Nah, ini dia pertanyaan besar yang sering jadi bahan tanya-tanya. Jawabannya adalah: Bisa banget! Tapi, tentu aja, ada prosedur dan aturan yang berlaku lho. Jadi, buat PNS yang berminat untuk resign, harus ngelakuin beberapa tahapan yang ditentuin dan ga boleh sembarangan.

Jenis Resign PNS

Pertama-tama, kita bahas dulu nih jenis resign PNS biar lebih jelas pemahamannya. Ada dua jenis resign yang dimungkinkan, yaitu:

1. Resign dengan Hormat

Resign jenis ini adalah pengunduran diri PNS atas permintaan sendiri, jadi bukan karena paksaan atau alasan lain. Nah, yang penting tuh, resign ini harus disetujui oleh pejabat yang berwenang. Contohnya, jika kamu seorang PNS yang bekerja di kantor pemerintah, kamu harus mengajukan pengunduran diri ke atasanmu terlebih dahulu. Jadi, bukan main langsung ngomong "Eh, gue mau resign!" ya.

2. Resign dengan Tidak Hormat

Kalau yang ini beda, Sob. Resign dengan tidak hormat ini adalah pemberhentian PNS karena dia melakukan pelanggaran disiplin atau tindak pidana yang ga bisa ditolerir. Jadi, kalau ada PNS yang ketahuan main-main atau melanggar peraturan, bisa dipersulit nih buat resign dengan hormat. Mau ga mau, terpaksa deh resign dengan tidak hormat, yang ga bagus buat reputasi juga lho.

Proses Permohonan Resign PNS

Nah, sekarang kita udah ngerti nih ada dua jenis resign PNS. Tapi, gimana cara mengajukan resignnya?

  1. Permohonan Tertulis: Pertama-tama, PNS yang mau resign harus mengajukan permohonannya secara tertulis. Nah, ini nih buat yang suka spontanitas, jangan asal ujug-ujug bilang mau resign, ya. Bikin suratnya dulu, barulah ngomong ke atasan.

  2. Melalui Pejabat yang Berwenang: Permohonan resign tersebut harus diajukan ke Presiden melalui Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Tapi, sebelum itu, PNS harus melalui pejabat yang berwenang (PyB) secara hierarkis. Misalnya, kalau kamu kerja di kantor pemerintah, ngomong dulu ke kepala kantor, baru deh ke PPK. Jangan lupa, permohonan ini harus dikasih tahu sama atasan langsung juga, ya. Biar ga ada yang ketinggalan tau nih, hehe.

  3. Menunggu Keputusan: Setelah permohonan diajukan, PNS yang mengajukan resign harus menunggu keputusan dari pejabat yang berwenang. Jadi, ga bisa langsung resign gitu aja pas udah ngajuin. Sabar, sabar.

Faktor Penentu Keputusan Resign PNS

Penting nih buat diinget, permohonan resign PNS bisa ditunda atau ditolak, lho. Ga semudah itu ferguso, Sob! Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi keputusan PNS tersebut, antara lain:

  1. Kepentingan Dinas: Kalo misalnya PNS yang pengen resign itu masih dibutuhkan buat kepentingan dinas, bisa jadi permohonan resignnya akan ditunda atau bahkan ditolak. Harus ikhlas untuk negara, kayaknya nih.

  2. Proses Peradilan: Nah, kalo PNS yang mau resign itu lagi ada masalah hukum atau sedang dalam proses peradilan, permohonannya bisa ditunda. Jadi, bener-bener nunggu proses hukum selesai dulu deh.

  3. Terikat Kewajiban: Ada PNS yang harus bekerja di instansi pemerintah dalam jangka waktu tertentu karena kesepakatan atau perjanjian. Jika PNS tersebut memutuskan untuk resign sebelum waktunya, bisa ditolak nih permohonannya.

  4. Alasan Lain: Bukan cuma faktor di atas, tapi PPK juga punya pertimbangan masing-masing buat nolak permohonan resign PNS. Jadi, deh, ga bisa pacak-pacak kaki dan teriak mau resign seenaknya.

Alasan Resign PNS

Setelah kita paham faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan resign PNS, mungkin kita jadi penasaran, nih, apa sih alasan PNS yang pengen resign itu? Berikut ini beberapa alasan yang biasa diutarakan:

  1. Demi Keselamatan Akhirat: PNS yang merasa kariernya tersebut menghambat keberhasilan hidup akhiratnya bisa memutuskan untuk resign demi keselamatan akhiratnya. Mungkin misalnya, ada PNS yang pengen rajin ngaji atau fokus lebih ibadah, resign bisa jadi pilihan buat mereka.

  2. Dimutasi ke Tempat Jauh: Terkadang, PNS yang dimutasi ke tempat yang jauh dari rumah merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri. Jika merasa bahwa mutasi tersebut mengganggu kehidupan pribadi dan keluarga, mereka mungkin akan memilih untuk mengundurkan diri.

  3. Ingin Mengurus Keluarga: Ada PNS yang merasa tugas mereka membahayakan kehidupan keluarga, misalnya karena tidak ada waktu untuk mengurus anak atau merawat orang tua yang sakit. Nah, ini juga bisa jadi alasan buat PNS buat resign.

  4. Mengembangkan Diri: PNS yang ingin mencari tantangan baru atau mengembangkan kemampuan di luar pekerjaan pemerintahan, bisa memutuskan untuk mengundurkan diri. Entah kangan kerja di perusahaan swasta, melanjutkan pendidikan, atau bahkan membuka usaha sendiri.

Nah, itulah tadi beberapa poin yang perlu kamu ketahui mengenai apakah PNS bisa resign. Semoga artikel ini bisa menjadi panduan yang bermanfaat buat kamu yang ingin mengundurkan diri sebagai PNS atau yang sedang mencari info soal ini. Ingat, pemerintahan kita itu bagian penting untuk kemajuan bangsa. Jadi, kalo memang resign, usahakan tetap menjaga keharmonisan dan tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Maju terus, Sobat Blogger!

Comments