Artikel Kesehatan

Apakah Penyakit Herpes Menular? Panduan Lengkap Cara Penularan dan Pencegahannya

Image description

Herpes merupakan salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling umum di dunia. Di Indonesia sendiri, herpes juga cukup banyak diderita oleh banyak orang meski angkanya tidak terdata dengan baik. Herpes disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) yang menyerang kulit dan saraf. Virus ini bisa menyebabkan munculnya gejala berupa luka atau lepuhan yang terasa nyeri di sekitar mulut, kelamin, mata, dan area tubuh lainnya.

Lalu, apakah herpes menular? Bagaimana sebenarnya herpes ini menyebar dari satu orang ke orang lain? Apa saja gejala yang harus diwaspadai? Yuk simak panduan lengkap tentang herpes dan cara penularannya di artikel ini!

Apa Itu Herpes dan Penyebabnya?

Herpes disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks (HSV) yang menyerang kulit dan saraf. Ada dua jenis virus herpes simpleks, yaitu:

  • HSV-1: Virus ini biasanya menginfeksi daerah mulut dan menyebabkan herpes oral atau yang lebih dikenal dengan nama cacar mulut.

  • HSV-2: Virus ini menginfeksi daerah kelamin dan menyebabkan herpes genital.

Kedua jenis virus ini bisa juga menginfeksi area tubuh lainnya seperti mata, jari, dan bokong. Setelah seseorang terinfeksi HSV, virus ini akan tetap ada di dalam tubuh meskipun tidak menimbulkan gejala. Virus dapat aktif kembali dan menyebabkan gejala herpes yang kambuh dari waktu ke waktu.

Bagaimana Cara Penularan Herpes?

Herpes termasuk penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain. Penularan terjadi melalui kontak langsung kulit dengan kulit atau cairan tubuh dengan orang yang terinfeksi. Berikut ini adalah beberapa cara umum penularan herpes:

1. Hubungan Seks Vagina, Oral, dan Anal

Cara paling umum penularan herpes adalah melalui hubungan seksual. Baik herpes oral maupun genital bisa menular melalui hubungan seks vagina, oral, maupun anal dengan penderita herpes. Penularan bisa terjadi meski tidak ada gejala herpes yang tampak.

Virus herpes dapat menular meskipun penderitanya tidak sedang mengalami luka atau ruam (shedding virus tanpa gejala). Oleh karena itu, penggunaan kondom tetap disarankan untuk mencegah penularan meski tidak memberikan perlindungan 100%.

2. Ciuman Bibir dan French Kiss

Ciuman yang melibatkan bibir dan lidah dapat menularkan virus herpes, terutama HSV-1 yang menyebabkan herpes oral. Cairan liur mengandung partikel virus yang bisa menular pada pasangan jika salah satunya terinfeksi.

3. Sentuhan Kulit-ke-Kulit

Sentuhan langsung antara kulit dan kulit dengan area yang terinfeksi virus herpes juga berisiko menularkan penyakit ini. Misalnya, menyentuh area kelamin pasangan yang sedang mengalami luka herpes.

4. Terkena Cairan Tubuh Penderita

Cairan tubuh seperti air liur, cairan vagina, sperma, dan cairan luka/nanah herpes mengandung partikel virus yang dapat menularkan penyakit jika terkena kulit, selaput lendir, atau luka terbuka pada orang lain.

5. Berbagi Peralatan Pribadi

Menggunakan peralatan pribadi milik penderita herpes seperti handuk, sikat gigi, alat cukur, botol minum, dan peralatan makan dapat menjadi sumber penularan. Pastikan selalu menggunakan peralatan pribadi sendiri.

6. Dari Ibu Hamil ke Bayi

Wanita hamil dengan herpes genital aktif bisa menularkan virusnya pada bayi saat proses melahirkan melalui jalan lahir. Hal ini dapat menyebabkan herpes neonatal pada bayi yang sangat berbahaya.

Nah, sekarang kamu sudah paham kan berbagai cara penularan herpes? Intinya, hindari kontak langsung dengan area kulit atau cairan tubuh yang terinfeksi virus.

Gejala Umum Herpes yang Perlu Diketahui

Gejala herpes bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala apapun. Namun, berikut adalah gejala umum herpes yang perlu diketahui:

  • Munculnya lepuhan kecil berisi cairan bening yang kemudian berubah menjadi luka atau bisul. Luka ini biasanya terasa nyeri, perih, gatal, atau terbakar.

  • Nyeri, gatal, atau rasa terbakar di area sekitar mulut, kelamin, mata, atau tangan.

  • Demam, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekat area lepuhan.

  • Kesulitan menelan dan makan jika herpes menyerang mulut.

  • Sakit saat buang air kecil jika herpes menyerang area kelamin.

Lepuhan dan luka akibat herpes biasanya sembuh dalam 2-4 minggu. Gejala lain seperti demam dan nyeri otot juga akan mereda. Meski begitu, virus herpes tidak pernah benar-benar hilang dari tubuh dan dapat kambuh lagi suatu hari nanti.

Herpes Bisa Menular Tanpa Gejala

Perlu diketahui bahwa herpes dapat menular meskipun tidak menimbulkan gejala apapun pada penderitanya. Masa tanpa gejala ini disebut fase laten atau virus menginfeksi saraf dalam keadaan dorman.

Namun, virus tetap dapat menular pada orang lain meski si penderita tidak merasakan atau melihat tanda-tanda apapun. Hal ini disebut penularan asimtomatik atau shedding virus tanpa gejala.

Oleh karena itu, sangat sulit mengetahui kapan seseorang sedang mengalami shedding virus tanpa gejala. Satu-satunya cara mencegah herpes hanyalah menghindari kontak risiko tinggi dengan mereka yang diketahui positif terinfeksi HSV.

Tips Pencegahan Agar Terhindar dari Penularan Herpes

Karena sifat virus herpes yang sangat menular, pencegahan penyebaran herpes menjadi sangat penting. Berikut adalah tips pencegahan agar terhindar dari penularan herpes:

  • Hindari kontak fisik yang berisiko dengan penderita herpes saat sedang kambuh, seperti berciuman atau berhubungan seks.

  • Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual, meski tidak memberi perlindungan 100% tapi tetap membantu mencegah penularan.

  • Jangan berbagi handuk, peralatan mandi, seprei, serta peralatan makan dan minum dengan penderita herpes.

  • Jauhi orang yang sedang sakit dengan luka di sekitar mulut atau kelamin karena kemungkinan itu adalah herpes.

  • Cuci tangan dengan sabun secara rutin terutama setelah kontak fisik dengan orang lain.

  • Perhatikan munculnya gejala herpes seperti lepuhan dan segera periksakan diri ke dokter jika muncul.

  • Hindari menyentuh area lepuhan jika terkena herpes untuk mencegah penyebaran virus ke area tubuh lainnya.

Dengan menerapkan tips pencegahan di atas, risiko tertular herpes bisa dikurangi. Namun, satu-satunya cara melindungi diri sepenuhnya adalah abstinence atau tidak berhubungan seks sama sekali.

Kesimpulan: Herpes Mudah Menular, Perhatikan Pola Hidup untuk Cegah Penularan

Demikian pembahasan lengkap mengenai apakah herpes menular dan bagaimana cara penularannya. Intinya, herpes termasuk penyakit menular seksual yang sangat mudah menyebar melalui kontak fisik dan cairan tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting menjaga pola hidup dan hubungan seksual yang sehat. Hindari kontak fisik berisiko, selalu gunakan kondom, serta jangan berbagi peralatan pribadi untuk mencegah penularan herpes.

Perhatikan juga munculnya gejala seperti lepuhan atau luka di area kelamin atau mulut. Segera periksakan diri ke dokter jika menemukan gejala tersebut agar dapat ditangani dengan tepat. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua. Stay safe!

Comments