Apa itu Volunteer? Apa Manfaat Bagi Organisasi?

Apa itu pekerjaan volunteer dan apa manfaat menjadi volunteer? Volunteer dalam bahasa Indonesia berarti kerja sukarela. Ada banyak alasan untuk menjadi volunteer. Alasan paling jelas bagi kebanyakan orang untuk menjadi volunteer adalah untuk membantu orang lain. Banyak volunteer memilih organisasi nirlaba di mana mereka dapat membantu mereka yang kurang beruntung daripada mereka.

Kebutuhan akan volunteer yang memenuhi syarat dan bersedia sangat besar di seluruh dunia. Hal ini terutama berlaku di bidang sumber daya alam. Lembaga sukarela telah dibentuk untuk memenuhi kebutuhan ini dan memastikan bahwa perekrutan volunteer seimbang. Sayangnya, ada banyak mitos yang terkait dengan apa yang membuat seorang volunteer hebat. Oleh karena itu, saya ingin mendiskusikan apa yang membuat seorang volunteer yang baik, dan menghilangkan beberapa kesalahpahaman umum yang terkait dengan apa yang membuat seorang volunteer hebat.

Mitos nomor satu yang terkait dengan apa yang membuat volunteer yang baik adalah bahwa kandidat tersebut perlu memiliki pelatihan ekstensif. Kenyataannya, sebagian besar relawan tidak perlu menjalani jenis pelatihan apa pun untuk bergabung dengan organisasi. Kebanyakan relawan sering diberikan lokakarya orientasi umum sebelum mendaftar dengan organisasi tertentu. Karena sebagian besar orang yang menjadi volunteer bersemangat tentang tujuan atau keyakinan tertentu, lokakarya orientasi biasanya menyoroti keyakinan itu. Dalam banyak kasus, organisasi juga akan mengadakan sesi pelatihan singkat tentang topik tertentu setelah Orientasi.

Mitos lain yang terkait dengan apa yang membuat volunteer yang baik adalah bahwa orang tersebut harus sangat terampil dalam keterampilan komputer. Kenyataannya adalah bahwa sebagian besar organisasi tidak memerlukan individu untuk memiliki sejumlah besar keterampilan komputer. Dalam banyak kasus, organisasi mengharuskan para volunteer terlatih dalam keterampilan komputer dasar, seperti mengoperasikan Microsoft Office Suite. Penting untuk diingat bahwa organisasi tidak selalu memiliki anggaran untuk mengembangkan dan membeli perangkat lunak untuk volunteer mereka, sehingga perusahaan manajemen volunteer seringkali dapat memberikan solusi di bidang ini.

Salah satu mitos yang umum di kalangan relawan dan sering mengarah pada kesimpulan yang salah adalah bahwa mereka harus melewati rintangan untuk diterima ke dalam organisasi. Kenyataannya adalah bahwa banyak organisasi tidak memerlukan sistem pelacakan pelamar jenis apa pun. Penting untuk dicatat bahwa ada banyak organisasi yang menyambut volunteer dengan tangan terbuka. Mereka tidak selalu membutuhkan proses penyaringan yang intensif. Yang mungkin mereka butuhkan hanyalah beberapa wawancara telepon dan/atau lamaran.

Mitos ketiga yang umum di antara banyak volunteer adalah bahwa mereka harus menunggu undangan sebelum mendaftar ke suatu organisasi. Organisasi tidak pernah menolak siapa pun semata-mata karena mereka tidak mendaftar untuk program manajemen sukarela. Sejumlah besar organisasi lebih suka individu memulai dengan menjadi volunteer di tingkat lokal. Hal ini memungkinkan organisasi untuk menentukan apakah seseorang memiliki komitmen dan semangat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan program manajemen volunteer penuh waktu. Seringkali, organisasi memerlukan kandidat untuk mendaftar selama setahun penuh sebelum dipertimbangkan untuk posisi apa pun.

Mitos keempat adalah lebih baik menghabiskan lebih banyak waktu mencari relawan baru daripada menggunakan penanganan strategis relawan yang ada. Tidak peduli seberapa besar suatu organisasi menghargai hubungannya dengan para volunteernya, ia harus menyadari bahwa beberapa dari volunteer yang sama itu kemungkinan besar telah menganggur selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hubungan baik dengan individu-individu tersebut selama mereka bekerja. Hubungan tersebut akan mengarah pada kebutuhan staf yang lebih baik dan lebih banyak peluang untuk penanganan strategis sumber daya yang ada.

Mitos kelima adalah bahwa lebih baik pergi dengan perusahaan besar daripada menggunakan yang lebih kecil untuk kebutuhan manajemen volunteernya. Tidak ada alasan mengapa perusahaan kecil yang terkenal secara nasional harus dipilih daripada organisasi regional yang lebih besar yang memiliki kehadiran yang kuat di komunitasnya. Ada banyak alasan mengapa menggunakan perusahaan rekrutmen besar untuk manajemen volunteer dapat menguntungkan perusahaan dan volunteer. Tidak peduli organisasi apa yang dipilih, langkah pertama menuju sukses adalah merekrut volunteer yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code