Ambil STNK dan Bayar Denda Tilang di Kejaksaan | Pengalaman Kena Tilang Part #2


Tulisan ini lanjutan dari postingan sebelumnya di sini https://www.ridvanmau.com/2019/02/cara-mengetahui-no-briva-tilang-yang-ga.html

Setelah berputar-putar mencari informasi mengenai E-TILANG, TILANG, BRIVA yang berbelit-belit.hehe Akhirnya STNK sudah ditangan kembali.hehe Jadi begini.......

Ketika dua minggu yang lalu saya kena tilang, dan memang kena denda maksimal Rp 500.000. Dan ada rencana mau bayar briva tilang, tapi entah kenapa kelupaan, dan akhirnya kelewat dari H-4 dari tanggal sidang. Mau nyoba bayar no briva tilang sudah invalid atau tidak berlaku lagi.

Nyoba telepon ke POLDA BANTEN tidak di angkat, ada kali sampai 5x lebih. Tidak ada tanda-tanda orang di dekat telepon. Entah....

Nyoba telepon ke Bank BRI mengenai no briva tilang yang berubah, paranya langsung dicuekin sama mbak-mbak BRI bilang nya maaf pak tidak bisa bantu karena disini sedang sibuk. Baru kali ini saya CS bisa bilang gitu, padahal saya dulu juga pernah jadi CS, ga boleh banget nolak gitu sebelum orang yang menelpon minta matiin telepon.

Terakhir, coba dong telepon ke Kejaksaan Negeri Serang yang saya dapat nomornya di websitenya, karena aktif tuh website. Bapak yang dikejaksaan baik sekali menjawab dengan ramah, dan menjelaskan kalau sudah lewat yasudah bayar saja di Kejaksaan nanti pas hari H. Wah yang bener... Masih ga percaya. Dan dengan rasa penasaran juga saya tunggu sampai hari ini tanggal H itu.

Saya datang ke Kejaksaan Negeri Serang, aga siangan karena absen dulu, minta ijin pimpinan dikantor, kemudian sarapan dulu tentunya. Takut ternjadi hal yang tidak diinginkan seperti mengantri lama. Datang lah saya sekitar jam 8.30. Banyak orang menuggu diluar gerbang kejaksaan yang sepertinya pelayanan belum dibuka.

Begitu datang pelayanan baru dibuka, dan no antrian diambil di pos penjaganya dengan menyerahkan bukti tilang asli. TANPA MENYERAHKAN FOTOKOPI SURAT TILANG, DAN TANPA MENYERAHKAN FOTOKOPIAN KTP ATAU SIM yang seperti beredar di internet dan forum kaskus.

Dapat lah saya nomor antrian 102. BUSYET dah...haha sabar saja deh.. Dimulai lah nomor antria 1 dipanggil dengan pengeras suara. Pelayanan nya cepat sekali, jadi ternyata tidak ada lagi persidangan, kita langsung diarahkan ke loket, untuk menyerahkan nomor antrian setelah disebutkan, kemudian kita diberi tahu denda yang harus dibayar, dan barang bukti tilangan sudah bisa diambil begitu saja.

Ketika menunggu dari antrian nomor 1 ke no 102 saya tidak begitu berasa, ngobrol sambil dua batang.haha Tiba lah nomor saya dipanggil, dan diberi tahu denda saya cuma 100rb. STNK saya pun saya ambil. Dan selesai.

Dari 100 antrian yang ada, saya perhatikan hanya 4 orang yang membayar denda maksimal. Itu pun akan ribet, jadi di loket diberikan surat apa gitu untuk mengambil kembalian tilang ke BRI.

Andai saja saya membayar denda maksimal, pasti saya harus mengantri lagi di BRI ini. Untung tidak bayar, jadi langsung bisa pulang dengan sumringah STNK saya sudah ada.

Dari tilang ini saya lumayan dapat pengalaman baru lagi.

KESIMPULAN SAYA MENGENAI E-TILANG :
- Fungsi e-tilang dengan membayar denda maksimal itu diperuntukan kamu yang sedang buru-buru keluar kota, jadi membayar denda maksimal lewat atm (kalau ngantri ke BRI, namanya bukan elektronik, ngapain.hhehe), udah bayar ke atm, nah buktinya bisa dilihatkan ke petugas, kemudian STNK langsung bisa diambil meski masih lama tanggal persidangan. Atau kalau kamu yang kena razia gabungan, biasanya stnk ada di polres atau polda petugas yang merazia.
- Nah pas hari H langsung tahu putusan nya, kalau no rekening kamu BRI kalau ga salah sih katanya sisa tilang akan otomatis ditransfer ke rekening BRI kamu. kalau diluar bank BRI harus ambil di teller langsung.
- Kalau kamu dekat, ya datang saja seperti saya sampai tanggal sidang tilang. Ambil dikejaksaan dan cukup cepat juga ga lama seperti cerita orang yang sampai menunggu sampai beres Sholat Jumat (karena biasanya sidang tilang setiap hari jumat)

Semoga bisa membantu bagi teman-teman yang sedang mencari informasi ketika kena tilang. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar